"KAMU dengar suara katak yang bersahutan di seberang sana, Pras... Dengar, mereka seakan beradu suara, beradu paling merdu, beradu paling keras..."
Lirih, tapi Prasojo jelas mendengar ucapan Hanung, saat gadis itu membuka jendela bambu.
Percikan air hujan disertai angin yang turun sejak dua jam lalu di senja itu, pun menerpa wajah keduanya.