DI suatu siang, hari ketiga liburan itu, Hanung memainkan air yang bergemericik mengalir, dengan kedua kakinya.
"Kamu pasti ingat, Pras, 30-an tahun yang lalu. Kita sering mandi di sungai kecil ini," kata Hanung, sambil memperhatikan beberapa anak kecil mandi, dan bermain-main dengan air sungai, tak jauh darinya.
"Sekarang, sungai ini tetap tidak berubah. Airnya yang jernih masih mengalir di antara bebatuan," kali ini dia mengarahkan pandangan ke Prasojo.
"Benar, Han. Dia masih seperti dulu. Dia, selalu mencari tempat rendah, serendah-rendahnya. Dia, selalu menghindar dari batu-batu penghadang," ujar Prasojo, sambil masuk sungai dangkal itu, lantas membasuh muka dengan kedua tangannya.
Senin, 11 Maret 2013
Langganan:
Komentar (Atom)
Nek Ngombe, Yo Kopi...
Pak Abu, sapaannya, tahun depan genap berusia 70 tahun. Bakul tahu ini tinggal di Dusun Tanjung, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto Kab...
-
CINJO, sebuah tradisi silaturahmi, biasanya di bulan Ramadan jelang Lebaran, sambil membawa buah tangan untuk diberikan kepada saudara yan...
-
DARI arah kawasan Jetis, Vario-ku langsung masuk teras Warung nDesit , warung nasi pecel - sego jagung-ku. Saat itu Minggu Legi, 6 Maret 202...
-
Pak Abu, sapaannya, tahun depan genap berusia 70 tahun. Bakul tahu ini tinggal di Dusun Tanjung, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto Kab...