CINJO, sebuah tradisi silaturahmi, biasanya di bulan Ramadan jelang Lebaran, sambil membawa buah tangan untuk diberikan kepada saudara yang lebih tua. Tradisi ini masih dilakukan masyarakat Kabupaten Lamongan dan Mojokerto Utara. Cinjo sendiri berupa bahan pokok makanan atau makanan yang sudah dimasak matang.
"MAS, tolong ewangi, jam 9 pesenan iki ape dijupuk," ucap ojob, sambil menata wadah-wadah plastik mika di atas meja. Di warungku, Warung nDesit Mak Ning, Canggu, Mojokerto, sekira jam 8-an pagi, Sabtu (9/4/2022).
Memang, ndak ada orang yang bantu-bantu si ojobku, chef warung nDesit. Sejak awal Ramadhan, ewang warung sudah ndak masuk kerja, karena memang warung ndeso ini sebulan selama Ramadhan libur alias ndak buka.
Langganan:
Komentar (Atom)
Nek Ngombe, Yo Kopi...
Pak Abu, sapaannya, tahun depan genap berusia 70 tahun. Bakul tahu ini tinggal di Dusun Tanjung, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto Kab...
-
CINJO, sebuah tradisi silaturahmi, biasanya di bulan Ramadan jelang Lebaran, sambil membawa buah tangan untuk diberikan kepada saudara yan...
-
DARI arah kawasan Jetis, Vario-ku langsung masuk teras Warung nDesit , warung nasi pecel - sego jagung-ku. Saat itu Minggu Legi, 6 Maret 202...
-
Pak Abu, sapaannya, tahun depan genap berusia 70 tahun. Bakul tahu ini tinggal di Dusun Tanjung, Desa Canggu, Kecamatan Jetis, Mojokerto Kab...
